Home / Internasional / Tentara AS Serang Milisi Irak Dukungan Iran di Utara Baghdad Makin Panas

Tentara AS Serang Milisi Irak Dukungan Iran di Utara Baghdad Makin Panas

Serangan udara yang menargetkan pasukan Mobilisasi Populer Irak yang berada di bawah payung milisi Syiah yang didukung Iran di dekat kamp Taji, Utara Baghdad, menewaskan enam orang dan melukai tiga lainnya. SumberReutersdi militer Irak menyebutkan, dua dari tiga kendaraan milik milisi yang membentuk konvoi terbakar dengan enam mayat yang terbakar. Serangan terjadi pada Sabtu (4/1) dinihari, pukul 1:12 waktu setempat. Televis Pemerintah Irak menyatakan, serangan udara militer Amerika Serikat itu menargetkan seorang milisi Irak. Tapi, tidak mengungkapkan nama milisi atau memberikan perincian lebih lanjut.

Sebelumnya, serangan udara militer AS membunuh Pemimpin Pasukan Quds Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Jumat (3/1/2020) pagi di Bandara Baghdad. Serangan itu juga menewaskan komandan milisi Irak Abu Mahdi al Muhandis. Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia memerintahkan pembunuhan Soleimani.

"Kami mengambil tindakan untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang," ujarnya kepada wartawan di Resor Mar a Lago, Floirda, Jumat (3/1/2020). Soleimani merencanakan serangan yang segera dan seram terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami menangkap dan menghentikannya," kata Trump seperti dikutipReutersyang menambahkan, AS tidak mencari perubahan rezim di Iran. MelansirReuters, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, aksi balas yang keras menunggu "penjahat" yang membunuh Soleimani. Dan, kematiannya akan melipatgandakan perlawanan terhadap AS dan Israel.

Dalam pernyataan di media pemerintah, Khamenei menyerukan tiga hari berkabung nasional dan menunjuk wakil Soleimani, Brigadir Jenderal Esmail Ghaani, untuk menggantikannya sebagai kepala Pasukan Quds. Pasca pembunuhan Soleimani, Israel menempatkan tentaranya dalam siaga tinggi. Sedang sekutu sekutu AS di Eropa termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman menyuarakan keprihatinan atas peningkatan ketegangan di Timur Tengah.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Wanita Ini Dapati Kenyataan Sang Anak Jadi Transgender Terpisah 30 Tahun lalu Kaleidoskop 2019

Salah satu deretan kisah haru kaleidoskop 2019.Wanita inimengira putrinya telah meninggal dunia, 30 tahun kemudian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *