Home / Nasional / KPK Singgung soal Kasus Orang yang Kerap Mengritik Dituding Fahri Hamzah Tebang Pilih Kasus Korupsi

KPK Singgung soal Kasus Orang yang Kerap Mengritik Dituding Fahri Hamzah Tebang Pilih Kasus Korupsi

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tebang pilih dalam pengusutan kasus korupsi. Menanggapi pernyataan Fahri, KPK pun memberikan klarifikasi tudingan itu. Klarifikasi itu disampaikan KPK melalui situs miliknya yang diunggah pada Rabu (30/10/2019).

KPK mengatakan bahwa isu tebang pilih kasus tersebut sudah sering menimpa KPK. "Isu ini sering muncul dari politikus ataupun pihak yang terkait dengan pelaku korupsi. Dalam beberapa kegiatan pertanyaan ini juga mengemuka," tulis lembaga anti rasuah tersebut. Namun, KPK memastikan bahwa tebang pilih kasus tersebut tidak benar.

KPK mengatakan lembaganya bekerja berdasarkan bukti yang cukup. "Kami tidak boleh menangani perkara karena aspek pribadi seperti rasa tidak suka dengan seseorang yang misal mengkritik dan menuduh KPK secara terus menerus," tambahnya. "Ataupun penanganan perkara berdasarkan afiliasi politik ataupun faktor lain."

KPK lalu menerangkan jika pihaknya bekerja berdasarkan emosional, orang orang yang sering menuding KPK mungkin akan lebih dulu diproses. Pihaknya lalu juga menerangkan soal penetapan tersangka. Di mana dalam penetapan tersangka harus memiliki dua alat bukti yang cukup.

"Seluruh proses penegakan hukum KPK diawasi banyak pihak dan bisa dibuktikan. Jika tersangka tidak menerima penetapan tersangkanya, maka dia bisa menempuh jalur praperadilan," tambah KPK. Fahri Hamzah mengatakan bahwa dirinya memiliki rahasia soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut dikatakan Fahri Hamzah dalam tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Sabtu (26/10/2019).

Mulanya, Fahri Hamzah mengatakan saat ini KPK justru menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan lembaga lembaga pemerintahan. "Dia (KPK) ungkap kejahatannya atau persoalannya, lalu dia hancurkan, dihancurkan semua lembaga," tambah Fahri. "Seolah olah hampir 20 tahun transisi, lembaga yang kredibel cuman satu doang, KPK."

Fahri mengatakan ukuran sukses KPK seharusnya bukan dari banyaknya koruptor yang tertangkap. "Justru kalau KPK makin tidak sibuk, terstruktur pekerjaannya itu, itu suksesnya begitu," katanya. Fahri Hamzah memastikan bahwa KPK akan 'tebang pilih' dalam mengusut kasus korupsi.

Bahkan Fahri mengancam soal adanya rahasia yang disimpan oleh KPK. "Sudah ada temuannya, saya ini sebenarnya bomnya (rahasia) banyak saya bawa, karena kalau ada yang macam macam bomnya saya buka," ujar Fahri. Selanjutnya Fahri menjelaskan ada orang yang menjadi tersangka KPK seumur hidup hingga meninggal dalam keadaan tersangka.

"Itu tadi orang orang yang kenapa ada orang yang tersangka hampir seumur hidup, dan ada yang meninggal dalam keadaan tersangka," tambahnya. Selanjutnya, Ia mengatakan ada kasus yang diproses dan ada kasus yang didiamkan. "Kenapa si 'A' disebut di pengadilan diproses, kenapa si 'B' disebur di pengadilan didiamin," ujarnya.

Fahri kemudian mencontohkan kasus yang tidak diusut KPK secara tuntas. "Ada orang yang bernama Nazaruddin ditemukan dia punya kasus 162 kasus tapi kasus yang diungkap cuma 2, dan itupun yang kena cuman 1 atau 2," tambah Fahri. Fahri menegaskan akan bahaya mengagung agungkan suatu lembaga pemerintah.

"Pokoknya gini ya kalau ada lembaga yang Anda terlalu agung agungkan dalam demokrasi itu tidak boleh, karena dalam demokrasi itu semua lembaga itu sama prinsipnya semua harus taat kepada hukum pasal 27 UUD," terangnya. Ia mengatakan hukum tidak boleh dilanggar oleh semua lembaga pemerintah. "Itu artinya nggak boleh ada lembaga atas nama ingin memberantas korupsi menjadi pahlawan publik lalu boleh melanggar hukum," tambahnya.

Pendiri Partai Gelora ini mengaku mendapat laporan adanya ancaman terhadap lembaga lembaga yang memeriksa KPK. "Saya mendapat laporan dari beberapa lembaga pemeriksa yang memeriksa KPK, ketemu masalahnya (masalah di KPK), KPK ngancem, mendatangi tolong jangan diungkap, sebab nanti kredibilitas kami jelek," ucap Fahri. Fahri Hamzah lantas membandingkan kekuatan KPK seperti polisi yang bernama Gestapo pada era Pemimpin NAZI Hitler.

"Nah itu tadi semua pada takut, pokoknya begitu kita ini membiarkan KPK menyadap seluruh pejabat publik, ini kayak Gestapo di jaman Hitler dulu, tidak ada yang berani menyuarakan kebenaran, melakukan koreksi nggak berani," tambah Fahri. Kemudian Fahri menyebutkan pimpinan pimpinan KPK yang pernah bermasalah. "Pimpinan KPK itu dari waktu ke waktu tersangka, Antasari tersangka pembunuhan, Abraham Samad tersangka, Bambang Widjojanto tersangka, yang ini (pimpinan KPK saat ini) bisa jadi tersangka kalo macam macam diintip orang," paparnya.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Arief Poyuono Tegaskan Tak Akan Kembali Hadir Sidang Majelis Kehormatan Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan tidak akan menghadiri sidang Majelis Kehormatan Dewan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *