Home / Internasional / Artis Sawajiri Erika Pakai Sejak 10 Tahun Lalu Untung Besar Jualan Narkoba di Jepang

Artis Sawajiri Erika Pakai Sejak 10 Tahun Lalu Untung Besar Jualan Narkoba di Jepang

Untung besar sekali kalau jualan narkoba di Jepang. Sementara artis Jepang Sawajiri Erika (33) ternyata telah 10 tahun lalu mengkonsumsi narkoba mulai MDMA, LSD, ganja, maupun kokain. Satu kapsul yang hanya 0,09 gram saja dijual di pasaran sekitar 4000 yen. Bayangkan kalau penyelundup melakukannya sampai gram dan kilogram masuk ke Jepang. "Penyebaran biasanya lewat klub malam di Jepang dan menurut Sawajiri dia memperoleh kapsul itu dari klub di mana dia menghadirinya Sabtu lama lalu."

Obat sintetis MDMA, memiliki dampak ketergantungan, jika disalahgunakan, itu menyebabkan kerusakan jantung dan gangguan tidur, dan tidak jarang ada yang meninggal dunia. MDMA memiliki kegembiraan, halusinasi, dan halusinasi, dan juga disebut "ekstasi" di antara para pelaku kekerasan. Ada banyak tablet dengan pewarnaan dan desain warna warni seperti merah muda dan hijau, yang dibawa terutama dibawa dari luar negeri.

Karena dapat dibeli dengan harga beberapa ribu yen per tablet, tampaknya semakin banyak orang muda dapat dengan mudah mendapatkannya di Jepang. Narkotika sintetis seperti MDMA menyebar terutama pada generasi muda di Jepang. Menurut ringkasan dari Badan Kepolisian Nasional, jumlah total obat obatan sintetis yang disita oleh polisi di Jepang mencapai sekitar 480 tablet pada tahun 2014, tetapi telah meningkat menjadi sekitar 12.300 tablet tahun 2018.

Masahiko Hamada, direktur Pusat Nasional untuk Penelitian Psikiatri dan Neurologis, Dependent Drugs Laboratory, mengatakan tentang karakteristik MDMA. “Obat obatan lain, seperti stimulan, didistribusikan dalam bentuk bubuk dan umumnya digunakan untuk injeksi dan disayat ke kulit tubuh. Sangat mudah digunakan jika meminumnya dalam bentuk kapsil atau tablet. Itu terlihat berwarna warni seperti merah dan biru, dan karakter dan logo terukir di permukaan, sehingga sangat modis dan mudah disentuh." papar Hamada. MDMA telah menjadi masalah besar, seperti didistribusikan dalam budaya klub terutama di Eropa dan kini meluas di klub di Jepang, salah satunya di daerah Roppongi Tokyo.

"Bertindak pada sistem saraf otak. Pertama, euforia, dan semangat meningkat. Setelah itu, ada dua sisi yang mengubah cara kita merasakan suara, cahaya, dan lainnya. Meskipun ada perbedaan individu, itu dapat dinyatakan seperti adanya suara masuk ke otak dengan jelas. Hal ini sangat berbahaya karena akan membuat kita terus menari dan menari sepanjang malam, karena suhu tubuh yang tinggi secara abnormal dapat memiliki efek besar pada organ organ tubuh dan dapat menyebabkan kematian pada akhirnya." Penggunaan MDMA untuk waktu yang lama akan merusak sistem saraf otak, menyebabkan kecemasan dan depresi. Ada risiko jatuh ke dalam kecanduan narkoba.

Penyelundupan narkoba seolah semakin meningkat di Jepang. Terakhir Agustus lalu, penemuan terbesar 177 kilogram narkoba yang diselundupkan lewat kapal berbendera Panama berhasil diketahui pihak beacukai Jepang. Ditemukan di dasar kapal kargo besar yang memasuki Kota Toyohashi, Perfektur Aichi. Semua penyelundupan dan bisnis narkoba 100% dikelola oleh mafia Jepang (yakuza) karena menarik sekali dengan putaran uang sangat besar sampai miliaran yen. Info lengkap yakuz adapat membacanya di www.yakuza.in

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Termasuk wajib Bawa Suplai Darah 7 Fakta Unik Anggota Kerajaan Inggris Saat Bepergian

Keluarga Kerajaan Inggris selalu menjadi sorotan internasional. Hampir semua gerak gerik anggotanya, mulai dari Ratu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *