Home / Bisnis / Adira Raih Pinjaman Sindikasi 350 juta Dolar dari Investor Singapura dan Jepang

Adira Raih Pinjaman Sindikasi 350 juta Dolar dari Investor Singapura dan Jepang

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk baru baru ini menandatangani perjanjian fasilitas pinjamansindikasi sebesar 350 juta dolar AS di Singapura, Jumat 912/4/2019). Adira Finance melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui pinjaman sindikasi dalam mata uang asing. Dari penerbitan pinjaman sindikasi ini terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 2 kali dari rencana awal. Para investor asing yang tergabung dalam fasilitas pinjaman sindikasi ini sebagian besar berasal dari Singapura, Taiwan dan Jepang.

Pinjaman senilai USD350 juta ini bertenor 3 tahun dengan tingkat bunga yang kompetitif di tengah kondisi pasar dan perekonomian nasional yang masih mengalami ketidakpastian. Adira Finance menunjuk BNP Paribas.; DBS Bank Ltd.; Maybank Grup; MUFG Bank, Ltd.; dan United Overseas Bank Limited. sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners. Seperti tahun tahun sebelumnya sejak penerbitan pinjaman sindikasi pertama, Adira juga akan melakukan lindung nilai penuh (fully hedged) ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk) mengingat kegiatan pembiayaan Adira Finance menggunakan mata uang rupiah dan suku bunga pembiayaan yang tetap.

“Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi ketujuh di tahun 2019. Seperti tahun lalu, fasilitas ini akan dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan di Indonesia dan akan digunakan untuk membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan sebesar 5% 10% di tahun 2019," ungkapHafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance. Baru baru ini Adira juga mendapatkan pemeringkat dari credit Internasional yaitu dari Moody’s dan Fitch masingmasing dengan peringkat Baa2 dan BBB (investment grade) yang merupakan rating yang sama dengan Republik Indonesia. Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance mengatakan pihaknya akan terus mendiversifikasi sumber dananya sehubungan dengan pertumbuhan kebutuhan pendanaan perusahaan.

"Investor kami berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Taiwan. Fasilitas pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 36% atas pendanaan sendiri perusahaan yang mencapai Rp22 triliun pada akhir tahun 2018," ujar Made Susila. Sekitar 18% dari pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 46% berasal dari pendanaan dari pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

ModernCikande Industrial Estate Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019

ModernCikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Serang, Banten meraih penghargaan sebagai Best Industrial Estate Development …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *