Home / Metropolitan / 4 Fakta Seorang ART di Jakarta Barat Aniaya Anak Majikan Karena Susah Diatur Saat di Mall

4 Fakta Seorang ART di Jakarta Barat Aniaya Anak Majikan Karena Susah Diatur Saat di Mall

Aparat kepolisian Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorangasisten rumah tangga(ART) berinisial NV (23) yang menganiaya anak majikannya. Kasus itu terungkap setelah video aksikekerasanyang dilakukan NV diketahui orangtuakorban. Videopenganiayaanberdurasi 46 detik itu viral di media sosial. Berikut adalah fakta yang sejauh ini kerkuak soal aksi penganiayaan itu:

Anak majikan dianiaya ART (Tangkap layar instagram @polres_jakbar) Kasus penganiayaan terhadap bocah berinisial GH (7) yang terekam dalam video yang viral itu terjadi di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta pada 9 Desember 2019. Kepada polisi, NV mengau ia melakukan hal itu karena kesal dengan korban yang sulit diatur saat berpergian dengan orangtuanya.

"NV mengaku kesal karena korban kerap susah diatur saat di mal. Saat tidak ada majikannya, NV langsung mengambil kesempatan untuk menyiksa," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (8/1/2020). Pada siang hari, saat orangtua korban pergi bekerja, NV mulai menganiaya korban, GH.

Tersangka biasanya mulai melakukan aksinya pukul 10.00 WIB.Penganiayaandilakukan dengan mengikat tangan dan kaki korban pakai tali. Itu dilakukan NV agar GH tidak lari saat dianiaya. Meski sudah menangis dan meminta NV tidak melanjutkan aksi, tersangka justru membekap muka korban dengan wallpaper tembok dan membolongi bagian mulut agar korban masih tetap bernafas.

"(Adegan) itu terekam dalam video yang didapat ibu korban dari pembantu lainnya. Jadi tanpa sadar pembantu lain merekam kekerasan yang dilalukan NV terhadap GH pada saat itu," ucap Audie. NV tidak hanya menyiksa GH. Dia sudah bekerja hampir lima tahun di rumah majikannya tersebut.

Dia juga disebut telah menganiaya kakak GH, yaitu DF (12) berulang kali. Lagi lagi penganiayaan dilakukan dalam keadaan rumah kosong dan tidak ada pengawasan sama sekali dari orangtua kedua anak itu. "Dia ini, NV, kerja di majikannya sudah sejak tahun 2015 dan terungkap bahwa dia sering melakukan terhadap anak anak majikan ini.

Bahkan kakak korban juga mengalami tindakan kekerasan tapi tidak ketahuan," ucap Audie. Orangtua korban awalnya tidak curiga dengan kinerja NV sebagai ART. Saat video penganiayaan itu viral barulah ibu korban mengetahui hal tersebut.

Itu diketahui tanggal 4 Januari. Mereka melaporkan NV ke polisi pada 7 Januari 2020 "Ibu korban baru mendapatkan video tersebut pada tanggal 4 Januari lalu, dan tanggal 7 Januari ibu korban langsung melapor kepada kami," ucap Audie. Polisi langsung mengejar dan mencari NV. Kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap NV di daerah Kedoya Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

NV kini dijerat Pasal 44 dan 45 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PenghapusanKekerasanDalam Rumah Tangga dan Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya adaah pidana penjara paling lama lima tahun. Polisi menyita barang bukti berupa wallpaper tembok, tali tambang plastik, gunting, serta ponsel. Bocah enam tahun berinisial PT yang dianiaya pasangan sesama jenis, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Abdul Wahab SyahranieSamarinda, Kalimantan Timur, Rabu (2/10/2019) pukul 16.00 WITA.

Humas Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Arysia Andhina mengatakan, korban tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal di ruang PICU. Korban sebelumnya dirujuk ke rumah sakit, Senin (30/9/2019). Tim dokter menemukan ada pembekuan darah di kepala. Petugas medis sudah melakukan tindakan bedah otak (kraniotomi).

Kemudian, di ruang PICU juga dilakukam pemasangan ventilator. "Tapi Allah berkehendak lain. Usaha kita sudah maksimal," ujar Abdul saat ditemui di ruang jenazah RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Sejak pagi, korban sudah mengalami penurunan kondisi.

Sudah empat dokter menyebut korban mengalami pembekuan darah di bagian kepala sehingga mematikan batang otak karena benturan keras benda tumpul. "Korban cedera kepala berat. Itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata dia. Akibat pendarahan, korban mengalami pembekuan darah yang membuat otak berfungsi.

Korban tak bisa divisum karena penolakan dari ibu korban. Sebelumnya diberitakan, pelaku berinisial SA (23) diduga menganiaya korban. Peristiwa itu terjadi saat orangtua korban menitipkan anaknya ke tante korban berinisial MS (17).

MS diketahui sebagai pasangan sesama jenis SA. Keduanya tinggal di Jalan Setia Bakti RT 08 Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga sanga Kalimantan Timur. Pelaku menganiaya korban menggunakan ikat pinggang terbuat dari kulit warna cokelat, gantungan baju dari bahan plastik hingga sepatu cat warna abu abu putih.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Jakarta Berpotensi Hujan Angin & Petir Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok Sabtu 29 Februari 2020

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta, Bagor, Depok, Tangerang, dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *